Skip to main content

Isteri Seorang Kamu

Rumah Ibu Mertua -Dini hari-

Malam ini sungguh menyebalkan, terang saja tentu menyebalkan jika melihat orang yang kita sayangi melakukan hal yang menyebalkan. Kamu.

Biar hidupku tak semakin menyebalkan, aku menyalurkan pada kesenanganku. Membaca dan menulis. Hal pertama yang diajarkan saat aku kecil dibangku sekolah. Kini aku sangat menyukainya.

- Genap- by Nazrul Anwar

Isteri Seorang Kamu (hal: 123)
Aku sampai pada halaman ini.
Menggenap bukan sekedar mengubah status, menggenap adalah metamorfosa sepanjang usia kita. Peran kita bertambah, tanggung jawab kita membesar, kewajiban kita berkali lipat. Kita tidak bisa sepenuhnya menjadi diri kita yang dulu. Kapasitas kita yang dulu tentu saja tidak cukup untuk melewati hari-hari setelah kita menggenap. Kita harus menjadi diri kita yang sekarang, diri kita yang selayaknya berusaha menjadi lebih baik lagi. Karena sejatinya, menggenap berarti terus-menerus memperbaiki diri.

Ah, benar juga.. Kataku dalam hati. Jadi, mungkin tadi kamu yang menyebalkanku, sekarang akupun ikut-ikut menyebalkan kamu. Jadi kita saling menyebalkan. Kalau jarak tak membentengi kita, mungkin sekarang kita sudah tertawa dan kamu menguyel-uyel kepalaku sampai habis. Tapi saat itu aku tidak sebal.

Aku sampai lagi pada paragraf ini.
Aku pikir, aku sudah benar-benar siap menggenapi kamu. Tapi ternyata, kesiapanku baru sampai pada prosesi di pelaminan saja. Setelah itu, setelah kita sah saling menggenapi, setelah hari berganti hari, kondisinya jauh dari apa yang aku bayangkan sebelumnya. Betapa sulitnya mengalah. Betapa berat rasanya ketika aku harus menunda keinginanku dan mendahulukan keinginan kamu. Betapa menyebalkan melihat sikap dan sifat kamu yang nggak aku banget. Dan betapa semua itu terasa indah ketika aku sampai pada pemahaman bahwa saling menerima adalah syarat mutlak untuk mendapatkan kebahagiaan, bagi sepasang manusia yang saling menggenapi.

Aku pikir juga begitu.. Sampaikan aku pada pemahaman itu lebih cepat Tuhan. Agar semua tetap indah saat menyebalkan sekalipun.

Paragraf penutup judul ini sedikit meninggalkan pesan untuk kamu. Dari penulis tepatnya, tapi mewakili aku untuk kamu. Aku tak pandai merangkai kata seperti itu.
"Aku cuma ingin bilang, terimakasih untuk selalu ada, untuk kesabaran yang tak pernah habis, untuk saling bermatamorfosa menjadi seseorang yang dibutuhkan atau diharuskan, selama kita tetap bisa menjadi diri kita sendiri, selama kita bisa saling bertanggung jawab, selama kita bisa saling menyadari dan merasakan, bahwa aku selalu menjadi bagian dari diri kamu. Begitupun sebaliknya.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Persalinan di RS Ananda Purwokerto

Assalamualaikum calon bunda sholihah.. Masih edisi persalinan, kesempatan kali ini bundanya Kaizan mau nulis review pengalaman persalinan di RS Ananda Purwokerto.
Sedikit ulasan dari saya untuk calon bunda sholihah di daerah Purbalingga, Purwokerto dan sekitarnya. Pertama, dimulai dari alasan pemilihan.. Kira-kira hal apa saja yang saya perhatikan saat memilih tempat untuk bersalin? Jawabannya adalah Kenyamanan. Kata nyaman disini mencakup beberapa faktor yang mempengaruhi mulai dari dokter, tenaga kesehatan, fasilitas.
Saya sendiri menempatkan prioritas pertama kenyamanan pada dokter. Sebelum saya memutuskan untuk berpindah rumah sakit, saya ditangani obsygn laki-laki di rs sebelumnya, dan saya merasa kurang nyaman. Akhirnya saya memutuskan pindah ke RS. Ananda Purwokerto saat usia kandungan saya 33weeks. Saya memilih obsygn Dr. Setya Dian Kartika, Spog atas rekomendasi kakak sepupu dan adik ipar saya. Sampai melahirkan kemarin, rasanya lega dan nyaman sekali konsultasi dengan Dr. Ik…

Assalamualaikum Kaizan ❤

Assalamualaikum Kaizan Anak Bunda ☺
- Ruang Bersalin RS Ananda Purwokerto, 02.53 Jum'at, 28 Oktober 2016 -
Penantian selama 38 minggu 3 hari atau 9 bulan 17 hari berahir sudah, selamat datang di dunia anak bunda & ayah, Kaizan Aghna Al Arkhan.
Tulisan kali ini khusus bunda persembahkan untuk putraku Kaizan, mungkin suatu hari nanti Kaizan ingin tau bagaimana proses Kaizan lahir di dunia ini. Umumnya untuk calon-calon bunda muda semoga dapat bermanfaat.
Tanda-tanda cinta menyapa ayah dan bundanya muncul Kamis dini hari, keluar setetes darah. Menurut orang jawa jaman dahulu proses kelahiran Kaizan disebut "Ngangkat Kidang" yang mana menurut orang jaman dulu prosesnya akan memakan waktu yang relatif lama sampai berhari hari dan merasakan sakit yang hmmm "gurih" katanya. Tapi alhamdulillah semua itu hanya berdasarkan subyektivitas pengalaman pribadi beberapa orang jaman dulu saja. Alhamdulillah proses lahiran yang saya alami memakan waktu mulai 21.30-02.53 d…

Menuju TOGA!!!

Sowreee Blogger 🕓
Sambil nonton Drama Korea The Heirs di RCTI, aku sambil cerita yaaa.. Mumpung lagi iklan nih..
Cerita kali ini masih tentang perjuangan menuju Toga.. 🎓🎓🎓
Postingan aku sebelumnya udah ngebahas tentang abis sidang mau ngapain.. Kali ini asumsi nya adalah QC udah selesai dan Jurnal sudah tersubmit.. Selanjutnyaaa...
Menuju TOGA!!!

Saran aku adalah: Lengkapi semua berkas dulu biar ga bolak balik dan bisa seharian beres. Oia, aku tambahin rincian dana ya. Harus banget nyisihin uang buat keperluan ini sampe printilannya.

Overall yang harus disiapin buat SKL dan WISUDA
- Form distribusi (departemen)
- Skripsi 5 rangkap, lembar pengesahan 8 rangkap (5 lembar buat dijilid, 3 lembar buat persyaratan)
- CD
a. CD buat Dosbing (Skripsi word, pdf, olah data, jurnal)
b. CD buat Perpus FEM (Skripsi, Abstrak, Jurnal (Word dan PDF ya formatnya))
c. CD buat LSI (Skripsi PDF, Skripsi word dipisah-pisah (Cover, Bab 1, Bab 2, Bab 3, Bab 4, Bab 5, Lampiran, Abstrak))
d. CD buat Pak Ha…